FireStats error : Database error: Error establishing mySQL database connection:php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/students/public_html/wp-content/plugins/firestats/lib/ezsql/mysql/ez_sql_mysql.php on line 98

MySQL Version:
SQL Query:
INSERT DELAYED INTO `plugin_firestats_pending_data` ( `timestamp`, `site_id` , `user_id`, `url` , `referrer` , `useragent` , `ip` ) VALUES ( NOW(), 463, NULL , '', '', '', '' )
jump to navigation

Trading Monitor December 5, 2011

Posted by Musa in : Diari , trackback

Kemaren sempet mau cari monitor buat trading yang pewe di pake buat trading, yang paliiing pewe. Cari2 di forum dan Ketemu deh sama DELL Ultrasharp U3011 dan HP ZR30W. Kenapa ku pilih dua itu? In my humble choice, dua monitor itu punya resolusi tertinggi daripada yang lain: 2560 x 1600 dengan ukuran 30″. Biasa lah, sebagai trader dengan monitor semakin besar kan analisa bisa akurat dan bisa multi chart.

Oke, memang keren punya. Spesifikasi lain juga ga perlu di tanya, standard bagus lah. Tapi harganya juga cukup bagus. Untuk saat ini, aku cek di webstore salah satu toko komputer di jakarta, yang DELL Ultrasharp U3011 harganya Rp14.720.000,- dan yang HP ZR30W harganya Rp13.800.000,-

Nah, kemaren malming aku sempet jalan-jalan ke pameran komputer. Tujuan utama liat-liat tablet sih, tapi tak sempetin juga liat trading monitor. Nah, pas liat monitor-monitor lain dengan spek tertentu, kayaknya bakal tambah bingung kalo mbandingin fungsional sama budget. Tapi tiba-tiba aku dapet sebuah inspirasi: gimana kalo pake multi monitor!

Kalo aku sebagai trader, mengunakan monitor gede itu gunanya untuk memantau harga dengan multi chart. Artinya dengan layar besar aku bisa mantau beberapa chart dalam satu view. So, kalo pake multi monitor, aku bisa pasang satu monitor isinya satu ato dua chart. Sama aja kayak pake single giant monitor. Dulu pernah sih pake multi monitor, cuma pake laptop + 1 monitor eksternal buat trading. Cukup pewe dengan itu. Layar laptop buat browsing, trus layar monitor buat trading.

Beda kasus kalo untuk para designer ato gamers. Dengan multi monitor otomatis layar akan kepecah jadi empat. Kalopun di intergrasikan tetep ndak nyaman buat mereka. Tapi kalo untukku sebagai trader, it’s okay. Itulah mengapa banyak aku lihat di beberapa perusahaan besar banyak pake multi monitor ketimbang pake single giant monitor.

Waktu itu di pameran itu, aku tertarik sama BenQ G615HDPL. Bukan karena spesifikasinya, tapi sekarang kebalik, aku lihat dari harganya! Monitor dengan ukuran 15.6″ beresolusi 1366 x 768 itu di bandrol dengan harga Rp680.000,-. Wew, kontras kan? Mari kita hitung:

Katakanlah patokannya aku pake yang DELL Ultrasharp U301. Secara simple aku bandingin harga, resolusi sama ukuran:

DELL Ultrasharp U301 BenQ G615HDPL
Harga Rp14.720.000,- Rp680.000,-
Resolusi 2560 x 1600 1366 x 768
Ukuran 30″ 15.6″

Nah, sekarang gimana kalo misalnya aku pake multi monitor yang BenQ sejumlah 4 monitor. Jadi total harganya Rp680.000,- x 4 = Rp2.720.000,- dan total resolusi jadi 2732 x 1536 dan ukuran (dalam) jadi 31.2″. Wew, coba di bandingin sama yang Dell:

DELL Ultrasharp U301 BenQ G615HDPL x 4
Harga Rp14.720.000,- Rp2.720.000,-
Resolusi 2560 x 1600 2732 x 1536
Ukuran 30″ 31.2″
Power 110W 10W x 4 = 40W

WOW! Keliatan kan? Perbandingan harga dengan spesifikasi yang di dapat!

Nah, ternyata setelah di itung dengan multi monitor itu lebih ekonomis dengan spesifikasi yang kurang lebih sama kayak monitor dewa. Disitu aku tambahin satu variable, yaitu dia lebih hemat tenaga sampe kurang dari separonya!

Well, tak perlu di perpanjang. Mutlak dengan multi monitor bisa lebih effisien dan effektif buat trader. 🙂

Comments»